Buku ini selain ingin memaparkan akar pemikiran politik Gus Dur, juga ingin membuktikan bahwa pemikiran dan tindakan Gus Dur selama hidupnya bukanlah suat kontroversial. Pemikiran dan tindakannya justru implementasi dari nilai-nilai Islam secara membumi.
Namanya adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi'i bin Sa'ib bin Abdul Yazid bin Hasyim bin Mutholib bin Abdul Manaf. Ayahnya berasal dari keturunan Quraosy yaitu Bani Mutholib. Buku ini menceritakan kisah hidup Imam Syafi'i: suka, duka, pahit, dan manis perjuangannya dalam menegakkan kebenaran.
Namanya An-Nukman bin Tsabit. Lahir pada tahun 80 Hijriyah di sebuah kampung yang bernama Anbar, yang terletak di daerah Kufah, Iraq. Novel ini menceritakan kisah Imam Hanafi lebih lanjut tentang siapa dirinya dan mengapa beliau dijuluki penjaga kebenaran.
Buku ini menyajikan kisah-kisah kegalauan berdasarkan true story yang berujung pada semangat move on. Kisah-kisah dalam buku ini dikupas dengan nas-nas Al-Quran dan pendekatan psikologi parenting sehingga tercipta solusi yang dapat membantu para orang tua, pendidik , dan remaja dalam mengubah kegalauan menjadi kekuatan untuk move on.