Buku ini selain ingin memaparkan akar pemikiran politik Gus Dur, juga ingin membuktikan bahwa pemikiran dan tindakan Gus Dur selama hidupnya bukanlah suat kontroversial. Pemikiran dan tindakannya justru implementasi dari nilai-nilai Islam secara membumi.
Namanya adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi'i bin Sa'ib bin Abdul Yazid bin Hasyim bin Mutholib bin Abdul Manaf. Ayahnya berasal dari keturunan Quraosy yaitu Bani Mutholib. Buku ini menceritakan kisah hidup Imam Syafi'i: suka, duka, pahit, dan manis perjuangannya dalam menegakkan kebenaran.
Namanya An-Nukman bin Tsabit. Lahir pada tahun 80 Hijriyah di sebuah kampung yang bernama Anbar, yang terletak di daerah Kufah, Iraq. Novel ini menceritakan kisah Imam Hanafi lebih lanjut tentang siapa dirinya dan mengapa beliau dijuluki penjaga kebenaran.
Busyro Muqoddas lahir di kampung Notoprajan, Yogyakarta pada tanggal 17 Juli 1952. Lahir dari pasangan Moh. Muqoddas Syuhada dengan Siti Laila Zainy. Busyro lahir di tengah keluarga yang sangat mengedepankan prinsip Agama. Buku biografi ini menceritakan kisah perjalanan hidup pada masa kecil sampai beliau terjun di dunia politik.
Buku ini lahir bukan untuk memberikan pembelaan, meluruskan, atau membenarkan sepak terjang seorang Amien Rais di kancah politik. Buku ini ringan bercerita tentang kisah-kisah inspiratif di balik panggung politik Amien Rais.
In Our Time menyajikan 40 pidato sejak tahun 1945 yang paling dikenang, lantang, dan berpengaruh. In Our Time sungguh membangkitkan minat dan memaksa kita untuk merenung. Buku ini sesungguhnya juga merupakan sebuah perspektif yang unik tentang sejarah dunia sejak tahun 1945.